|
racunkan Januari untuk aku kerana, aku sudah terlupa harinya
Category: Writing and Poetry
Angin membisik dihujung matahari...
Januari...
satu lakonan lantar layar
menepis bilangan hari sebelum labur tepat di kota kamu
indah rupanya
dendangan gitar memetik lagu kesayangan
sambil membaringkan diri di pelantar terang malam
di bawah awan - awan picisan
kita tak-kan bisa melari dari awan yang menjernih putih
berkelahi dengan sang hitam malam
tapi aku tak-kan bisa mengoleskan betapa indahnya kamu
si jantung puith yang sentiasa berdiri tersenyum membuat aku gembira
menentang kelam.
suara yang kepinginan melangkah setiap senja memanah cintanya
hah.....aku tersenyum indah
kejarlah cintanya yang segunung tinggi pekat mencecah langit yang larut
bersama alunan balada yang seharum jalanan bintang di langit
alangkah bersyairnya hidup aku waktu ini...
Aku terjatuh terlalu dalam yang tidak pernah aku rangkakan dalam warna di bentangan canvas putih
aku ingin biarkan ia putih begitu sahaja ....
terus aja aku bangkit melangit
merasa warna warna untuk aku palitkan kisah aku dan kamu...
tertera sudah indah warna kamu mengisi picisan yang terlantar terlanjang..
bulan terang berpanjangan menemani aku mengalunkan warna tabir yang pernah hitam
sambil tersenyum aku berkhayal dalam gerak langkah..
Aku ingin menulis hari aku bersama kamu yang bisa
sentiasa bercerita dengan tidak henti berlabuh
Nafas aku sentiasa gulita menyala bila mendengar
suara kamu yang kapan berlagu
Bisa mencangkir pukau yang halus mengadu gaduh
Bisa mengisi sepi langit yang pernah hilang bintang
Bisa menyerap selimut bulan madu yang cemburu melulu
Bisa menidurkan raja raja yang bercinta di dalam awan awan yang betinta...
Hah.....aku bernafas lega
Jauh aku berkhayal di hadapan uratan canvas warna di jauh aku meraih palitan
warna tentang kamu..
Jadikan kisah ini cerita
bertemu di taman yang silam di pelantar yang diam diam bertakhta berlian
Sehingga aku dahaga di kala jingga menyuluh
meliat mata yang redup dan layu hampir tertutup ini, melihat susuknya yang gama.
iya kamu indah akan aku silap menetas mata yang panjang tak luntur menidur.
kamu membuat aku terlupa dan teruja bila hari siang yang menempa malam
kerna cinta kamu meracun bicara malam aku hari harinya.
1:56 AM
-
5 Comments - 4 Kudos
- Add Comment
|